Akupuntur

Bookmark and Share
Berasal dari Cina beribu-ribu tahun lalu, popularitas akupuntur telah berkembang signifikan dalam tiga dekade terakhir. Pada dasarnya, akupuntur adalah teknik menyeimbangkan aliran energi di tubuh manusia dengan cara memasukkan jarum ke beberapa titik spesifik. Sementara itu, praktisi modern memandangnya sebagai sebuah metode untuk menstimulasi saraf, otot, dan jaringan tubuh. Stimulasi itu sepertinya memicu aktivitas pereda rasa sakit alami yang ada di dalam tubuh manusia sekaligus melancarkan aliran darah.



Akupuntur biasanya untuk melegakan gejala-gejala dari beberapa kondisi kesehatan, seperti mual/muntah karena kemoterapi, sakit kepala, sakit di punggung bawah, kram saat menstruasi, migrain, dan osteoartritis. Bila Anda ingin mulai mendapatkan metode ini, Anda perlu mengetahui hal-hal berikut.

Pertama, carilah praktisi akupuntur yang memenuhi kualifikasi dengan cara memeriksa pendidikan, pelatihan, dan ijin praktik yang sudah didapatkannya. Anda juga boleh meminta rekomendasi dari orang-orang yang Anda percaya.

Kedua, ketahui risikonya. Beberapa di antaranya adalah:
  • Rasa sakit, berdarah, atau memar ditempat jarum-jarum tersebut ditusukkan.
  • Luka di organ internal bila jarum ditusukkan terlalu dalam.
  • Penyakit infeksi yang ditularkan oleh penggunaan jarum bekas.
Risiko-risiko tersebut lebih sedikit apabila Anda memiliki praktisi akupuntur yang kompeten dan bersertifikat.

Ketiga, pastikan kalau Anda adalah kandidat yang baik untuk akupuntur karena tidak semua orang bisa mengikuti terapi ini, termasuk mereka yang memiliki kelainan pendarahan, menggunakan alat pacu jantung, atau sedang hamil.

Keempat, bersiaplah untuk apa yang mungkin Anda rasakan setelah diakunpuntur. Beberapa orang merasa rileks atau berenergi, namun ada juga yang tidak mengalami perubahan apa pun. Bila gejala-gejala Anda tidak menunjukkan perubahan positif dalam beberapa minggu, akupuntur mungkin bukan perawatan yang tepat untuk Anda.

Kelima, jangan bergantung pada hasil diagnosis praktisi akupuntur yang tidak memiliki pelatihan medis konvensional. Bila Anda menerima sebuah diagnosis dari seorang dokter, Anda dapat menanyakan apakah akupuntur dapat membantu Anda atau tidak. Jangan melakukan sebaliknya.

Ingatlah, efek akupuntur tidak mudah untuk diukur, namun banyak orang yang sudah mendapatkan hasil yang baik. Mungkin ini dapat dicoba bila Anda memiliki kesulitan mengendalikan rasa sakit dengan metode yang lebih konvensional. (http://www.ivanhoesada.com)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar

Powered By Blogger