NYERI SAAT HAMIL

Bookmark and Share
Refluks asam atau ‘nyeri uluhati’ (heartburn) yang terjadi selama kehamilan merupakan masalah yang relatif sering dijumpai dan mengenai 45-85 persen ibu hamil (Broussard & Richter, 1998). Penanganan gejalanya dapat dilakukan lewat penyesuaian gaya hidup atau salah satu dari beragam obat yang sebagian besar di antaranya tersedia di toko-toko obat. Refluks lambung cenderung terjadi untuk pertama kalinya pada kehamilan karena adanya perubahan dalam traktus gastrointestinal bagian atas yang mencapai taraf maksimalnya pada kehamilan sekitar 36 minggu.

Konsekuensi perubahan ini adalah:
- sfingter esofagus distal yang tidak bekerja dengan efektif;
- motilitas dan tonus lambung yang menurun;
- pengosongan lambung yang lambat.

Relaksasi traktus gastrointestinal selama kehamilan disebabkan oleh perubahan hormonal:
- peningkatan kadar progesteron;
- penurunan kadar motilin (hormon traktus gastrointestinal);
- peningkatan kadar enteroglukagon (hormon traktus gastrointestinal);

Perubahan ini akan meningkatkan bahaya aspirasi lambung selama anestesi. Dalam tempo tiga tahun ini, aspirasi isi lambung pada saat dilakukannya anestesi umum menjadi penyebab utama kematian ibu yang sebenarnya bisa dihindari. Untuk mengurangi bahaya ini, sebagian dokter spesialis anestesi memberi obat-obat yang mengurangi keasaman dan volume isi lambung pada semua wanita yang sedang bersalin serta cenderung memerlukan tindakan bedah emerjensi pada saat persalinannya itu.

Sebelum menjalani pembiusan, ibu hamil dapat menerima:
- metoklopramid untuk mengurangi isi lambung;
- ranitidin;
- natrium sitrat.
(Brunton, 1996; Rowe, 1997).

Kepada ibu hamil harus diingatkan bahwa mereka dapat mengalami refluks isi lambung dalam stadium terakhir kehamilannya dan disarankan untuk mengurangi distensi lambungnya dengan makan sedikit-seeing dan memakan buah serta meminum cairan pada saat yang berbeda dengan waktu makan. Keasaman lambung dapat dikurangi dengan berhenti merokok dan mengatur dietnya. Duduk membungkuk atau berbaring rata, mengunyah permen dan makan makanan yang berlemak akan meningkatkan refluks.

Jika digunakan obat-obatan untuk mengurangi sekresi atau aktivitas asam lambung, fungsi asam lambung yang normal akan terganggu. Hal ini penting khususnya bila obat-obatan tersebut diberikan dalam waktu yang lama.

Faktor yang meningkatkan keasaman lambung
- alkohol
- kafein
- hipoglikemia (melewatkan waktu makan)
- asupan kalsium yang linggi (termasuk penggunaan beberapa preparat antasid)
- adrenalin/epinefrin (yang dilepaskan dalam keadaan marah)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar

Powered By Blogger